SEDANGKAN MALAIKAT KUDUS PUN BOLEH JATUH KE DALAM DOSA, APA LAGI KITA MANUSIA?



Kerdit Pixabay
Malaikat Allah yang dibuang dari syurga pernah melihat, mengecapi dan menikmati kemuliaan Allah. Mereka pernah mengalami dan menikmati kedamaian yang kekal. Mereka pernah mengalami dan menikmati sukacita kekal dalam memuji Tuhan, tetapi akhirnya dibuang dari Kerajaan Allah dan kehilangan kemuliaan-Nya!!?

Yesaya 14:12-15 (TBI)  "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi! Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.

Para malaikat yang kudus itu juga ada kemampuan untuk memberontak dan jatuh! Mereka pernah melihat dan mengalami Tuhan secara langsung tanpa halangan tetapi mereka tetap jatuh! Merekalah yang mencari hal dengan-Nya! Di dalam kesombongan si Bintang Timur (Lucifer), dia telah memberontak kepada Allah bersama-sama malaikat-malaikat yang lain.

Yehezkiel 28:17-18 (TBI) Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kaumusnahkan demi semarakmu. Ke bumi kau Kulempar, kepada raja-raja engkau Kuserahkan menjadi tontonan bagi matanya. Dengan banyaknya kesalahanmu dan kecurangan dalam dagangmu engkau melanggar kekudusan tempat kudusmu. Maka Aku menyalakan api dari tengahmu yang akan memakan habis engkau. Dan Kubiarkan engkau menjadi abu di atas bumi di hadapan semua yang melihatmu.

Jikalau malaikat-malaikat Allah yang pernah melihat–Nya memiliki kemampuan (kecenderungan) untuk jatuh (ke dalam dosa), jadi apakah yang membuatkan kita (manusia) yang belum pernah melihat Allah berfikir bahawa kita tidak ada kemampuan (kecenderungan) untuk jatuh, berbuat dosa dan meninggalkan anugerah-Nya? Adakah kita begitu angkuh sehingga berfikir bahawa selepas menerima Yesus Kristus dan berjalan sebagai seorang Kristian, kita tidak ada kemampuan lagi untuk menjadi rosak dan disesatkan sedangkan di alam roh satu per tiga daripada para malaikat kudus Allah telah memberontak? (Wahyu 12:4b)

Yudas 1:3-6 (TBI) Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus. Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus. Tetapi, sekalipun kamu telah mengetahui semuanya itu dan tidak meragukannya lagi, aku ingin mengingatkan kamu bahwa memang Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari tanah Mesir, namun sekali lagi membinasakan mereka yang tidak percaya. Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar,

2 Petrus 2:20-22 (TBI) Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula. Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka. Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."

Marilah sama-sama kita menjaga hati. Iblis dan roh-roh jahat bukanlah satu-satunya musuh kita. Kadang-kadang musuh yang paling jahat kepada diri kita ialah orang yang kita lihat di cermin! Iblis jatuh kerana keangkuhan. Janganlah kita jatuh oleh kerana keangkuhan kita sendiri!


Comments

Popular posts from this blog

HIDUP DAN MATI

TUHAN, SUNATLAH HATI KAMI

DIA AKAN MEMANGKAS, MENCANTAS, DAN MEMBERSIHKAN RANTING-NYA BERULANG KALI