JIKA KAMU TIDAK MEMAAFKAN, TUHAN TIDAK DAPAT MEMAAFKANMU!

Kredit Pixabay
Matius18:21-35 (TBI) Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."
Mungkin kita semua merasa kita telah memaafkan semua orang dalam kehidupan kita, tetapi selalunya atau kebanyakan kes, ini sebaliknya. Hanya Allah yang boleh membantu kita memaafkan seseorang dari hati kita yang tulus. Pengampunan bukanlah suatu perkara yang emosi. Ia haruslah diikuti oleh tindakan memaafkan.
Dalam ketidakmaafan, diri kita sendirilah yang paling disakiti sebenarnya berbanding orang yang tidak mahu kita maafkan. Jika kita tidak memaafkan seseorang dalam kehidupan kita, bukan sahaja kita akan berakhir di dalam neraka apabila kita mati, tetapi kita akan mempunyai kehidupan yang terkutuk. Ini adalah seperti "maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya". Ketika Allah menyerahkan kita kepada musuh (Iblis), maka kutuk kemiskinan, kutuk dalam perkahwinan, kutuk kepada anak-anak dan banyak lagi kutuk lain akan datang kepada kita. Kita selalu berdoa, tetapi tiada apa-apa yang akan berlaku, kerana hati atau roh kita belum bebas sepenuhnya! Lagi pula, bagaimanakah Roh Allah bekerja secara leluasa dalam diri seseorang yang tidak membenarkan dirinya diampuni oleh Tuhan?
Jika kita benar-benar memahami apa yang Yesus, Raja kita telah lakukan untuk kita; jika kita benar-benar memahami bagaimana dosa kita telah diampuni melalui penderitaan dan kematian-Nya yang dahsyat pada salib, kita pasti dengan rela, dan dengan sepenuh hati serta bersungguh-sungguh, akan memaafkan orang lain.
Marilah kita menyelidiki hati masing-masing. Minta Tuhan untuk pergi lebih jauh ke dalam hati kita, supaya kita tahu apakah masih ada orang yang belum kita maafkan!
Mazmur 139:23-24 (TBI) Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!

Comments

Popular posts from this blog

HIDUP DAN MATI

TUHAN, SUNATLAH HATI KAMI

DIA AKAN MEMANGKAS, MENCANTAS, DAN MEMBERSIHKAN RANTING-NYA BERULANG KALI